Untukmenjadi agen asuransi yang sukses, Anda harus jadi pribadi yang terorganisir. Agar target sebagai agen asuransi terpenuhi, Anda harus terbiasa menjadi orang yang terorganisir. Sebaiknya buat catatan aApa saja yang harus dilakukan dari calon konsumen yang butuh follow up hingga nasabah yang polisnya hampir habis.
Jugabisa diterapkan oleh mereka yang telah menjalani sebuah usaha untuk tetap konsisten dalam mengejar sasaran/ target/ tujuan untuk menjadi orang sukses, orang yang lebih baik dan lebih bahagia namun tergelincir dalam rintangan dan halangan kehidupan. 1. Buat Ritual atau Rutinitas Pagi.
Dalamlaman Learn How To Become, ada beberapa langkah untuk menjadi wirausahawan sukses. Berikut penjelasannya. Pilih Bidang yang Sesuai. Anda harus memilih bidang yang cocok untuk dikerjakan dan memulai bisnis. Temukan bisnis yang tidak hanya akan sukses, tetapi adalah sesuatu yang Anda sukai. Kewirausahaan adalah kerja keras, maka sesuatu
Untukmendapatkan pendapatan yang bagus ada beberapa faktor utama yaitu: 1.Bekerja di perusahaan yang bagus,banyak perusahaan luar negeri menawarkan gaji diatas rata-rata. 2.Menduduki jabatan tinggi,jabatan sangat berpengaruh terhadap besar kecilnya gaji karenanya rencanakan dari awal agar bisa menempati posisi hingga posisi tertinggi.
Ibaratmau berperang, tidak mungkin kita mengangkat senjata tepat saat berhadapan dengan musuh. Sehingga, harus dipersiapkan betul untuk mendapatkan pekerjaan yang sesuai denganmu. Baca Juga : Inilah Alasan Kenapa Banyak Mahasiswa Bernilai "C" Bisa Menjadi Sukses So, saatnya laksanakan 7 Hal yang Harus Dilakukan Mahasiswa Sukses di atas.
Langsungsaja, para pembaca bisa menyimak ulasan di bawah ini mengenai cara menjadi reseller hijab Arrafi yang sukses. Panduan jadi reseller hijab Arrafi ini kami rangkum dari berbagai sumber terpercaya. 1. Riset Pasar. Cara pertama yang harus dilakukan untuk menjadi reseller hijab Arrafi adalah melakukan riset pasar.
PDPIcabang Riau mengatakan, ada cara agar pelaksanaan vaksinasi booster di Riau efektif. Salah satu adalah capaian vaksinasi booster pertama atau vaksin k Agar Efektif, Vaksinasi Keempat Harus Dilakukan Setelah Capaian Vaksinasi ke 3 Diatas 50 Persen - Cakaplah - Berpikir Berbuat Bercakap
Profesionaladalah orang yang mempunyai kompetensi-kompetensi tertentu yang menjadi dasar kinerjanya. Dalam Undang-Undang nomor 5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) disebutkan bahwa ASN harus mempunyai kompetensi. Pertama, kompetensi teknis yang diukur dari tingkat dan spesialisasi pendidikan, pelatihan teknis fungsional, dan
UUNo. 5/2014 Tentang Aparatur Sipil Negara menggariskan penyelenggaraan kebijakan dan Manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN) dijalankan berdasarkan asas profesionalisme, proporsional, akuntabel, serta efektif dan efisien agar peningkatan kinerja birokrasi dapat tercapai. Berbagai upaya dilakukan pemerintah, namun tak dipungkiri disana-sini
Menjadiwanita karier adalah hal yang sulit dilakukan, terlebih jika sudah menikah dan memiliki anak. Oleh karenanya, jika ingin menjadi wanita karier sukses harus mempertimbangkan beberapa hal. Sebab, kesuksesan seorang wanita karier adalah dinilai dari keahliannya membagi waktu dan perhatian untuk pekerjaan dan urusan rumah tangganya.
Itulahyang menjadi pedoman dalam menjalani hidup dari hari ke hari untuk bergerak maju menuju kesuksesan. Dan inilah cara cerdas untuk membuat hidup menjadi sukses. Baca Juga: 8 Cara Cepat Mengubah Gaya Hidup Konsumtif 1. Arahkan Pikiran ke Arah yang Positif. Berpikir Positif via improveu.guru
Setelahmengetahui hal tersebut, cara agar menjadi pengusaha sukses selanjutnya adalah dengan menetapkan tujuan. Setelah menerapkan 6 cara menjadi pebisnis muda di atas, maka langkah selanjutnya yang harus dilakukan adalah mempersiapkan modal usaha. Modal juga menjadi salah satu faktor eksternal dalam memulai sebuah usaha.
B4GcfT5. Setiap warga negara pada dasarnya membutuhkan pelayanan dari pemerintah sebagai pengendali kekuasaan. Adapun Pelayanan yang dimaksud ialah pelayanan publik. Pelayanan publik merupakan suatu kegiatan untuk memenuhi kebutuhan pelayanan sesuai dengan yang diatur dalam peraturan perundang-undangan yang diberikan kepada masyarakat atas barang, jasa, dan/atau pelayanan administratif yang disediakan oleh penyelenggara publik. Dalam memberikan pelayanan publik yang berkualitas, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan, diantaranya 1Kemudahan dalam pengurusan bagi yang berkepentingan, 2Mendapatkan pelayanan yang wajar, 3Mendapatkan pelayanan yang sama tanpa pilih kasih, 4Mendapatkan perlakuan yang jujur dan transparan. Aparatur Sipil Negara ASN memiliki peranan penting dalam menyelenggarakan pelayanan publik karena kinerja ASN berdampak langsung kepada masyarakat sebagai pengguna layanan. Dalam UU Tahun 2014 Tentang Aparatur Sipil Negara, disebutkan bahwa ASN diharapkan mampu menyelenggarakan pelayanan publik dan menjalankan peran sebagai perekat kesatuan dan persatuan bangsa dengan profesional, berintegritas, bebas dari intervensi politik, dan bebas dari praktik korupsi, kolusi serta nepotisme. Namun, sampai saat ini, masih terdapat permasalahan dalam pengembangan ASN di Indonesia. Menurut Djohermansyah Djohan, Guru Besar Institut Pemerintahan Dalam Negeri IPDN, terdapat 7 permasalahan Aparatur Sipil Negara ASN yang terdapat di Indonesia, di antaranya masih adanya mentalitas priyayi dalam diri para ASN;kualitas pelayanan ASN yang masih buruk;praktik korupsi dalam rekrutmen ASN;banyaknya mutasi dan promosi yang dilakukan tidak sesuai aturan main;korupsi yang dilakukan oleh ASN;masih sering ditemukan pungutan liar oleh ASN kepada masyarakat; danpolitisasi upaya untuk mengatasi permasalahan ASN di Indonesia, pemerintah melakukan pengembangan Sumber Daya Manusia. Dalam teori Pengembangan SDM yang dikemukakan oleh Mondy dan Noe, disebutkan bahwa dalam kegiatan pengembangan SDM terdapat 4 kegiatan yang dapat dilakukan, yakni pelatihan dan pengembangan, perencanaan karir, penilaian kinerja, dan pengembangan organisasi. Menurut Sedarmayanti, penataan Sumber Daya Manusia atau Aparatur dilakukan melalui pengukuran dengan memperhatikan aspek-aspek berikut Menerapkan sistem merit dalam manajemen kepegawaian,Sistem diklat yang efektif,Meningkatkan standar dan kinerja,Pola karier yang tersusun secara jelas dan terencana,Standar kompetensi jabatan,Klasifikasi jabatan,Tugas, fungsi, dan beban tugas proporsional, Perekrutan sesuai prosedur,Menempatkan pegawai sesuai keahlian,Remunerasi yang memadai,Perbaikan sistem informasi manajemen SDM khususnya pada Aparatur Sipil Negara dilakukan sebagai upaya untuk mengembangkan kompetensi ASN, menghadapi perubahan yang dinamis, menghadapi revolusi industri dan sebagai upaya untuk mewujudkan Smart ASN. Smart ASN memiliki tujuan untuk menciptakan Aparatur Sipil Negara yang berwawasan global, menguasai IT/Digital, dan daya Networking tinggi. Adapun beberapa strategi dan kebijakan pemerintah dalam pengembangan kompetensi ASN dan mewujudkan Smart ASN diatur dalam RPJMN ke-3 dalam RPJPN 2005-2025. Terdapat 6 langkah strategis pemerintah dalam mewujudkan Smart ASN, diantaranya Melakukan rekrutmen calon Pegawai Negeri Sipil yang berbasis Computer Based Test,Pengembangan pola karier,Pengembangan kompetensi,Pengembangan karier,Promosi melalui seleksi terbuka, danRencana adanya strategi dan upaya pengembangan SDM ini, diharapkan dapat menciptakan ASN yang kompeten, profesional, dan mampu menghadapi tantangan dan perubahan. Karakteristik SMART ASN instagram/kemenparbDalam rangka mewujudkan smart ASN, Aparatur Sipil Negara ASN didorong untuk meningkatkan kompetensinya untuk menjawab tantangan yang akan terjadi. Namun, dalam menjawab tantangan tersebut, ASN di Indonesia masih harus bekerja keras. Menurut World Economy Forum Human Capital Indonesia pada tahun 2017, kualitas ASN di Indonesia masih tergolong rendah jika dibandingkan Malaysia dan Thailand. Selain itu, menurut Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasiterdapat sebanyak 30 persen atau sejumlah 1,35 juta ASN yang memiliki kinerja yang buruk dan dalam mengerjakan tugasnya cenderung tidak maksimal, dimana masih banyak ASN yang belum paham akan tugas dan kewajibannya. Hal ini disebabkan karena rendahnya tingkat pendidikan ASN, dimana sebanyak 60 persen masih berlatar belakang Diploma, SMA, atau tingkat pendidikan yang lebih rendah. Selain itu, menurut data nasional hanya terdapat 10 persen ASN yang merupakan tenaga fungsional, 36 persen tenaga administrasi dan 11 persen pejabat struktural terkecuali guru dan tenaga medis, serta masih banyaknya ASN yang kompetensinya tidak sesuai dengan tempat kerjanya. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mewujudkan smart ASN adalah dengan mengembangkan kompetensi ASN. Namun, Pengembangan kompetensi ASN di Indonesia cenderung masih kurang optimal diterapkan di instansi publik. Pengembangan ASN justru diimplementasikan hanya untuk memenuhi ketentuan perundang-undangan saja, misalnya untuk promosi jabatan. Peristiwa ini menunjukan bahwa sebagian besar instansi publik tidak memiliki serangkaian perencanaan mengenai pengembangan kompetensi. Padahal menurut UU Nomor 5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara menyebutkan bahwa setiap ASN memiliki hak untuk mengembangkan dirinya minimal 20 jam pelajaran dalam setahun. Selain itu, ASN perlu mengikuti pendidikan dan latihan pimpinan atau prajabatan. Namun, kesadaran dari individu ASN untuk mengembangkan potensi dirinya pun rendah. Permasalahan lain yang membuat smart ASN masih butuh kerja keras untuk diwujudkan adalah masih banyaknya ASN yang belum mahir dalam mengaplikasikan teknologi informasi IT atau gagap teknologi. Hal ini dikarenakan masih mendominasinya ASN yang berusia di atas 50 tahun. Menurut Badan Pusat Statistik BPS, terdapat 923 ribu ASN yang berumur 51 hingga 55 tahun, sedangkan yang berusia 56 hingga 60 tahun sejumlah 569 ribu. Menurut Kepala Badan Kepegawaian Negara BKN Bima Harya Wibisana, pada 10 tahun mendatang 65 persen pekerjaan saat ini akan hilang dan berubah menjadi paperless. Dengan begitu, maka ASN tidak mampu bersaing dengan dunia global karena tidak dapat mewujudkan inovasi-inovasi yang ada dengan bantuan teknologi digital maupun big data. Sehingga nantinya tidak dapat mewujudkan pelayanan publik yang mudah, murah, dan tidak berbelit. Selain itu, salah satu nilai yang dibawa dalam smart ASN adalah menjunjung integritas. Namun dalam implementasinya masih banyak integritas dari ASN yang masih diragukan. Hal ini disebabkan oleh masih maraknya kasus jual beli jabatan di kalangan ASN. Jual beli jabat tersebut masih marak dilakukan di 10 provinsi yang ada di Indonesia, yaitu Banten, Papua, Papua Barat, Sumatera Utara, NTT, Jawa Tengah, Sulawesi Tengah, dan Riau. Bahkan di beberapa tempat pun proses pengangkatan dan pemberhentian ASN seringkali tidak mengikuti peraturan. Dimana faktor yang mendorong peristiwa tersebut adalah karena penerapan sistem merit yang tidak sesuai aturan. Penerapan smart ASN berpengaruh secara signifikan terhadap Pengelolaan Keuangan Negara. Namun masih banyaknya ASN yang melakukan tindakan jalan pintas untuk mencapai tujuan dengan asal melakukan pekerjaan tanpa adanya perencanaan pengelolaan keuangan yang baik dan mindset yang ingin mendapatkan pelayanan bukan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat. Pada dasarnya masyarakat memiliki hak mendapatkan informasi terkait keuangan negara secara akuntabel dan transparan guna meyakinkan bahwa pengelolaan keuangan negara telah dilaksanakan dengan baik dan telah diberikan untuk kepentingan rakyat. Menurut data Transparency International Indonesia TII menyebutkan bahwa skor Corruption Perception Index CPI Indonesia tahun 2018 berada di peringkat 89 dengan nilai 38 dari 180 negara. Hasil tersebut menunjukkan bahwa akuntabilitas di Indonesia masih lemah, di bawah angka rata-rata CPI Internasional dengan nilai 43. Indonesia masih berusaha dalam mewujudkan smart ASN dengan memperbaiki permasalahan yang masih ada di Indonesia. Indonesia berada di peringkat ke-67 dari 125 negara dalam Global Talent Competitiveness Index 2019, dengan nilai 38,61. Untuk memperbaiki indeks, perlu adanya perbaikan struktur ASN yang didukung manajemen talenta terbaik. Integrasi manajemen talenta institusional dari seluruh instansi guna membentuk talent pool nasional yang kemudian diselaraskan dengan manajemen talenta korporasi. sehingga dapat mobilisasi talenta lintas sektor, baik publik maupun privat dengan fokus dan prioritas pembangunan pusat dan daerah. Tuntutan masyarakat terhadap pelayanan publik yang berkualitas dan responsif yang masih tinggi. Dalam e-government survey 2018, Indonesia berada pada peringkat 107 dari 193 Anggota PBB. Indonesia masih belum dapat mengimbangi negara-negara di Asia Tenggara terkait penerapan e-government. Penerapan e-government dapat mendukung efektivitas pemerintah dalam penerapan pelayanan publik yang lebih inovatif. Jadi, secara keseluruhan Indonesia tergolong masih belum siap mewujudkan smart ASN. Hal ini dikarenakan masih banyaknya permasalahan yang terjadi di ASN terutama terkait dengan kompetensi. Untuk dapat mewujudkan smart ASN maka dibutuhkan perubahan terutama dalam hal budaya kerja supaya ASN di Indonesia mampu bersaing dengan dunia global. Sebagai wujud untuk menyukseskan smart ASN dengan melakukan penataan ASN diharapkan dapat membawa sebuah optimisme bahwa ini merupakan langkah strategis untuk mempercepat mewujudkan aparatur negara yang profesional, berintegritas dan memiliki budaya melayani sebagai wujud tata kelola pemerintah dalam bersaing dengan negara lain.
- Jakarta – Aparatur sipil negara ASN menjadi salah satu aset birokrasi yang diharapkan bisa mewujudkan cita-cita pemerintahan berkelas dunia world class government tahun 2024. Untuk itu, ASN harus mempersiapkan diri dalam menghadapi tantangan dunia yang semakin kompleks, seperti digitalisasi, globalisasi, information overload, maupun tantangan saat ini yaitu pandemi Covid-19. Tidak bisa dipungkiri bahwa globalisasi dan digitalisasi menuntut ASN, khususnya ASN milenial untuk menjadi generasi pembelajar atau lifelong learner. Tidak hanya menerima, tetapi juga beradaptasi dan mengikuti perubahan ke arah yang positif. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang masif saat ini tentu menjadi tantangan sekaligus peluang bagi ASN untuk memenangi persaingan global. Untuk menghadapi tantangan dalam persaingan global, ASN tidak boleh hanya sekadar bekerja menjalankan tugas-tugas rutin saja atau business as usual. Diplomat muda Kementerian Luar Negeri Dinie Suryadini Mukti Arief mencontohkan kondisi pandemi Covid-19 sebagai sebuah kondisi dimana ASN harus adaptif, responsif, inovatif, dan kreatif terhadap sebuah perubahan. Bahkan ASN harus bisa menyesuaikan diri dengan the new normal yang diramalkan akan terjadi setelah pandemi Covid-19 berakhir. “Jadi ketika kita masuk ke kantor kita harus benar-benar menyadari ada new normal dan kita harus beradaptasi sehingga hal tersebut tidak mempengaruhi produktivitas kita,” ujarnya saat menjadi pembicara dalam Bincang Inspirasi ASN Edisi 5, Selasa 19/05/2020. Dinie menambahkan, penggunakan cara-cara cerdas smart power juga dibutuhkan dalam menghadapi tantangan global. Generasi milenial yang sering disebut sebagai digital natives bisa memanfaatkan teknologi untuk membuka cakrawala berpikir dan memandang teknologi sebagai peluang untuk meningkatkan kompetensi, baik pengetahuan, keterampilan, maupun sikap/perilaku. Bersamaan dengan perkembangan teknologi yang masif serta digitalisasi informasi, milenial juga dihadapkan pada information overload. Kondisi ini tidak jarang menyebabkan paradox of plenty, dimana informasi yang ada sangat melimpah namun tidak dimanfaatkan dengan baik atau bahkan disalahgunakan. “Kita sebagai ASN harus mampu memilah informasi yang begitu melimpah menjadi ilmu yang berharga. Jadi jangan sampai teknologi yang mengatur kita,” imbuhnya. Selain dituntut untuk memiliki kemampuan intelektual dan skill yang mumpuni, ASN milenial harus memiliki kemampuan kolaboratif. Artinya, generasi milenial yang lebih menyukai cara kerja yang cepat, fleksibel, dan dinamis harus bisa berkolaborasi dengan generasi terdahulu yang memiliki pola kerja berbeda. ASN milenial kerap melontarkan ide atau gagasan segar yang dapat mendukung peningkatan kinerja di organisasi. Namun kemudian oleh generasi terdahulu sulit untuk memahami isu yang disampaikan oleh milenial, karena kurangnya dialog atau komunikasi. “Disinilah nilai dimana ASN milenial bisa menjadi bridge builder diantara generasi-generasi yang ada. Jadi kita berkolaborasi dengan dialog dan menyampaikan gagasan dengan alasan-alasan logis,” tutur Dinie. Sebagai seorang diplomat yang sudah berpengalaman bekerja di dalam dan luar negeri, menurutnya untuk menjawab tantangan dan tuntutan sebagai ASN milenial tentu tidak mudah. Dinie menyampaikan ada tiga hal yang bisa dilakukan oleh ASN untuk menumbuhkan optimisme dalam menghadapi tantangan sebagai ASN berkelas dunia. Pertama, keluar dari zona nyaman comfort zone. Kita harus selalu menangkap kesempatan yang ada dan meraih sesuatu bukan untuk mendapat imbalan atau penghargaan, melainkan untuk memperkaya ilmu dan pengalaman. “Karena itu lebih rewarding. Jangan takut untuk mencoba hal baru,” katanya. Kedua, constant learning. Profesi ASN tentu menuntut kita untuk terus menimba ilmu sebanyak-banyaknya. Mengabdi di Kementerian Luar Negeri, Dinie yang berlatar belakang hukum awalnya menggeluti bidang hak asasi manusia HAM yang tidak jauh dari latar belakang pendidikannya. Namun kemudian ia harus ditempatkan di fungsi ekonomi dan harus mempelajari ilmu baru agar bisa melaksanakan tugasnya secara optimal sebagai diplomat di negara perwakilan maupun saat sudah kembali ke dalam negeri. Ketiga, sebagai ASN kita harus siap melakukan pekerjaan di luar tugas pokok dan fungsi tupoksi kita atau bekerja di luar panggilan tugas. Kesempatan ini bisa dijadikan peluang untuk mendapatkan pengalaman dan skill baru. “Ini disebut dengan beyond the call of duty. Kita harus sigap ketika melakukan pekerjaan dengan totalitas,” pungkas Dinie.
Jakarta Lembaga Administrasi Negara LAN mendorong agar manajemen talenta Aparatur Sipil Negara ASN di instansi pemerintah terus dikembangkan. Upaya ini diharapkan bisa diimplementasikan untuk mewujudkan sistem merit. Kepala LAN Adi Suryanto mengatakan, hal ini harus dilakukan agar birokrasi semakin lebih berkualitas menuju reformasi birokrasi. Untuk itu kebijakan yang sudah disusun dan sudah ditetapkan oleh pemerintah harus ada skenario, untuk bisa diimplementasikan dan diwujudkan. "Maka kita butuh banyak ikhtiar, salah satu ikhtiarnya adalah kita mengembangkan komunikasi belajar melalui webinar yang telah dilakukan beberapa kali," kata dia dalam keterangan tertulisnya, Senin, 20 Februari 2023. Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini? Pada kesempatan ini LAN mengusung tema terkait 'Sharing Best Practices Implementasi Manajemen Talenta ASN'. Melalui kegiatan ini, LAN mendorong akselerasi mewujudkan pemimpin masa depan dengan pengelolaan talenta terbaik yang ada di instansi pemerintah. Meski begitu, Adi menyampaikan pengelolaan talenta yang masih belum sepenuhnya dilakukan. Untuk itu upaya dan ikhtiar dari sharing best practices ini sangat penting untuk berbagi pengalaman pengelolaan pegawai dengan talenta-talenta terbaik. "Saya berharap peserta webinar akan bisa menjadi agen-agen perubahan, agen-agen manajemen talenta untuk mendorong kultur baru dalam birokrasi bagaimana manajemen talenta ini bisa diterapkan dan dikembangan di intansinya masing-masing," ungkapnya. Pemanfaatan Inovasi Digital Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Menpan RB Abdullah Azwar Anas menyebut, talenta hebat dari pemimpin-pemimpin muda harus terlihat. Salah satunya dengan memanfaatkan inovasi digital untuk membuat sistem yang baru. "Produk digitalisasi harus dapat diintegrasikan agar masyarakat sebagai penikmat kebijakan dapat merasakan digitalisasi tersebut melalui berbagai sektor terlebih di bidang ekonomi khususnya di daerah agar perekonomian masyarakat kita maju dan tangguh," ujar dia. Sementara itu, Deputi Bidang Sumber Daya Manusia SDM Aparatur Kemenpan RB Alex Denni menjelaskan, bagaimana peran pemimpin masa depan. Dalam hal ini aparatur muda yang bertalenta sangat besar guna mewujudkan reformasi birokrasi yang lincah. Menurutnya, fokus pada kinerja adalah hal utama yang harus dilakukan, yang akan berdampak pada peningkatan output kinerja ASN. Ia menilai, masih banyak masalah yang terjadi pada ASN karena adanya over regulation, sehingga tidak ada koordinasi. "Jalan yang dapat diambil dalam menyelaraskan hal tersebut adalah penyederhanaan birokrasi. Kita ingin adanya sistem yang saling terkoneksi, saling terhubung. Hal tersebut dapat terwujud apabila ada talenta-talenta muda yang kompeten dan unggul," kata dia.
Existe toda uma preparação que a empresa precisa fazer para conseguir tirar o seu ASN. A primeira coisa que o dono do provedor precisa pensar na hora de pedir um ASN é quem tira o ASN é um analista que está no NIC em São Paulo. O analista na maioria das vezes está num prédio bonito, chique, ele não tem a menor ideia se quem está do outro lado é um provedor ou não. Então, o analista começa a fazer as tratativas e exigências para testar se a pessoa que está solicitando o ASN é de fato um provedor ou não. E sim, existem muitas pessoas solicitando ASN que não são provedores de internet. E não é nem um pouco bom para o analista entregar um ASN para quem não é dono de provedor porque a internet é um ambiente de colaboração. O ASN é algo que te da muita liberdade e permissividade de fazer alguma coisa errada; é possível, inclusive, cometer crimes utilizando o ASN. Geralmente o analista vai pedir o seu CNPJ e o seu CPF e vai exigir que a sua empresa tenha um site. Ele também vai pedir seu contrato de link dedicado e vai inclusive perguntar qual é o ASN da operadora que você contratou para te vender o trânsito. Ele vai pedir uma designação de IP, o registro da ANATEL e seus panfletos. Eu também aconselho que você mande fotos que comprovem as atividades do seu provedor; você pode mandar fotos do escritório, da fachada, dos funcionários, dos cabos, do pop, etc. qualquer coisa que prove que a sua empresa é ativa. E eu também aconselho que você tenha um domínio próprio de email com o nome da empresa e com “.br” no final do endereço. Essas coisas nem sempre são exigidas, mas é bom que você tenha para facilitar o seu processo de retirar o seu ASN. O analista também muito provavelmente vai querer ver o diagrama da sua rede e vai querer que você justifique pelo menos 25% dos IPs nela. Enfim, tirar o seu próprio ASN é fácil, não tem porque vocês postergarem e adiarem isso e tirar o ASN é uma questão de correr contra o tempo. No episódio 25 do meu podcast Milionários da Telecom eu falo um pouco mais sobre esse assunto. Você pode assistir a esse episódio clicando neste link. Neste meu outro artigo do meu blog eu comento sobre o processo da retirada da licença da ANATEL, algo muito importante que vai te ajudar muito.
yang harus dilakukan agar menjadi asn yang sukses adalah